Translate

Tampilkan postingan dengan label Boss GP-10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boss GP-10. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Agustus 2017

dbx goRack

Boss GP-10 memiliki konektor output berupa unbalanced TS (Tip-Sleeve) jack. Cara menghubungkannya ke berbagai peralatan dijelaskan dalam buku manual halaman 2. Namun dalam situasi tertentu terkadang kita ingin menghubungkan GP-10 dengan peralatan audio profesional yang memiliki masukan balanced TRS atau XLR.

Sabtu, 01 Juli 2017

Primova Sound MIDX-20


Pendahuluan
Sebuah sistem yang menggunakan sarana USB (Universal Serial Bus) harus selalu terdiri atas tiga komponen, yakni:
  • Sebuah host, contohnya komputer, Smartphone, Tablet, atau MIDI sound module
  • satu atau beberapa slave​, misalnya: printer, mouse, storage, MIDI controller, dll termasuk dalam konteks kita adalah Boss GP-10
  • bus yang direpresentasikan oleh kabel USB yang menghubungkan perangkat USB (slave) dengan hostnya (komputer)​ 
Data yang mengalir dalam sebuah sistem USB selalu diinisiasi dan dikendalikan oleh sebuah host, dan semua perangkat USB lainnya bertindak sebagai slave dan merespon perintah dari host. Jadi untuk supaya perangkat USB MIDI dapat saling berkomunikasi, dibutuhkan sebuah USB host untuk melangsungkan dan mengendalikan komunikasi antar perangkat tersebut.

Rabu, 15 Februari 2017

Understanding Boss GP-10's Control and Expression Pedal (Part3: MIDI Controller)

Pendahuluan
Artikel saya kali ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu bagian ketiga atau bagian terakhir tentang cara mengendalikan Boss GP-10. Anda sebaiknya telah membaca bagian pertama dan kedua dari seri artikel ini sebelum membaca lebih lanjut, karena dalam artikel ini saya berasumsi bahwa Anda telah membaca atau memahami apa yang dibahas pada bagian pertama dan kedua dari cara mengendalikan Boss GP-10.

OK, jadi kini Anda telah memahami bagaimana caranya mengendalikan Boss GP-10 dengan menggunakan pedal dan saklar kaki, baik pedal dan saklar kaki yang dimiliki oleh Boss GP-10 maupun dengan tambahan pedal dan saklar kaki eksternal. Kini Anda ingin mengintegrasikan Boss GP-10 ke dalam pengendalian perangkat alat musik Anda menggunakan MIDI.

Bayangkan skenario berikut, Anda memiliki Boss GP-10, beberapa pedal, signal processor, serta amplifier yang dapat dikendalikan secara MIDI dan Anda ingin mengendalikan kesemuanya itu secara otomatis dengan sebuah pedal atau MIDI controller.

Atau, Anda ingin menggunakan beberapa pedal ekspresi dan saklar kaki yang tentunya tidak akan mungkin bila hanya mengandalkan colokan EXP2/CTL3,4 yang notabene cuma satu buah.

Minggu, 29 Januari 2017

Understanding Boss GP-10's Control and Expression Pedal (Part2: Assign Settings)

Bayangkan Anda sedang bermain gitar yang terhubung dengan Boss GP-10 dan di tengah lagu, Anda ingin mengganti jenis Pre-amp, mengaktifkan efek Distorsi/OverDrive, mengubah level Reverb, menggerakkan pedal ekspresi supaya waktu tunda efek Delay yang Anda pilih dapat bervariasi, serta menon-aktifkan efek Compressor pada waktu yang bersamaan hanya dengan menginjak satu pedal. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan fitur Assign.

Konsep Assign pada multiefek gitar buatan Boss/Roland cukup kompleks dan tidak mudah untuk dipahami pada awalnya. Tidak banyak dibahas apa dan bagaimana itu Assign, padahal fungsi ini sangat powerful dan bermanfaat buat gitaris. Pada buku manual Boss GP-10 halaman 12 yang membahas tentang cara membuat Assign, hanya beberapa tabel dan dua kalimat (yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira menjadi):
"Untuk setiap parameter, Anda dapat menentukan secara mendetail, controller apa yang akan mengendalikan parameter yang mana. Anda dapat menggunakan Assign 1–8 untuk membuat delapan set settingan yang berbeda."

Kata 'assign' sendiri dalam bahasa Inggris bisa diartikan sebagai: menetapkan/menentukan, atau menugaskan. Tujuan Assign dalam Boss GP-10 adalah menugaskan suatu saklar atau pedal sebagai pengendali untuk mengubah nilai suatu parameter yang kita kehendaki. Pengendali ini disebut Source. Source dapat berupa saklar kaki (CTL1 dan CTL2), pedal ekspresi, atau pedal virtual yang ada pada Boss GP-10, atau perangkat di luar Boss GP-10 seperti pedal eksternal atau peralatan MIDI. Parameter-parameter yang akan kita kendalikan disebut Target. Dalam satu patch kita hanya dapat membuat paling banyak delapan buah settingan Assign, dan rasanya ini sudah mencukupi.

Boss GP-10 Assign

Minggu, 11 Desember 2016

Understanding Boss GP-10's Control and Expression Pedal (Part1: Pedal and Switch Settings)

Gambar1: Boss GP-10 External Controller: expression pedal or footswitches.
Dalam bermain gitar listrik, selain kemahiran jari-jemari memetik dawai gitar, dibutuhkan juga perencanaan untuk mengoperasikan multiefek yang digunakan. Misalnya seorang gitaris yang akan memainkan sebuah lagu, di mana pada tengah lagu tersebut dia akan memainkan lead solo gitar. Untuk itu sang gitaris harus telah menentukan terlebih dahulu patch yang akan digunakan untuk lagu tersebut, kemudian mengatur (mem-program) saklar kaki apa yang akan mengaktifkan Amp Solo Switch, sehingga ketika bermain lead solo, sang gitaris cukup menginjak saklar kaki tersebut dan suara gitar akan menjadi lebih menonjol dari instrumen lainnya.

Sabtu, 29 Oktober 2016

BOSS TONE STUDIO for GP-10


Dunia pergitaran yang cenderung menggemari ampli tabung dan segala teknologi antik, selalu mengamati produk-produk baru dan moderen dengan penuh kecurigaan. Suka atau tidak, perkembangan teknologi terus memaksa dan bahkan hampir tak terelakkan lagi bahwa ampli gitar, pedal efek dan segala sesuatu yang berhubungan dengan gitar listrik telah memanfaatkan komputer atau tablet untuk mengatur segala macam parameter gaya suara, seolah-olah gitar listrik baru diciptakan pada abad digital ini.

Sebagai contoh, semua multiefek atau ampli gitar berlomba-lomba menawarkan berbagai konektivitas dengan komputer atau tablet, baik melalui port USB maupun Bluetooth. Tidak ketinggalan Boss GP-10 dengan Boss Tone Studio.

Boss Tone Studio (BTS) adalah software deep-editing untuk produk buatan Boss. Semua efek dapat ditampilkan pada layar komputer, di mana setiap setting dan parameter dapat diubah dengan menggunakan mouse. Hasilnya dapat disimpan kembali ke dalam unit yang diedit. Dengan layar yang besar dan kemudahan dalam mengedit setting dan parameter dengan cepat, enggan rasanya untuk kembali menggunakan tombol-tombol dan layar LCD kecil yang terdapat pada unit multiefek yang hendak diedit.

Jumat, 30 September 2016

Tips Setting Pickup Gitar hexaphonic pada Boss GP-10

Ketika menggunakan pickup hexaphonic atau divided pickup, ada beberapa parameter dalam Boss GP-10 yang harus diset untuk mengoptimalkan kinerja pickup terhadap unit GP-10. Parameter ini dapat diatur dan disimpan dalam menu “GK Setting,”
Sebelum menggunakan GP-10, pastikan bahwa pickup GK (hexaphonic pickup) telah terpasang dengan benar pada gitar Anda. Pastikan Anda telah membaca buku petunjuk GK-Pickup's Owner Manual dan periksa kembali apakah pemasangan pickup tersebut telah sesuai dengan petunjuk yang disarankan oleh Roland. Bila gitar yang Anda gunakan telah memiliki hexaphonic pickup built in dari pabrik, maka langkah selanjutnya adalah menset GP-10 sesuai dengan gitar yang Anda gunakan.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Roland GK System VS MIDI


Ini kabel MIDI atau kabel GK?
Di kalangan gitaris, sampai saat ini masih sering terdapat salah kaprah tentang sistem GK dari Roland. Pickup hexaphonic, seperti Roland GK-3, BUKAN pickup MIDI (Musical Instrument Digital Interface). Pickup hexaphonic hanyalah sebuah pickup yang terdiri dari enam buah pickup humbucker biasa – masing-masing satu pickup untuk satu senar. Karena gitar umumnya memiliki enam senar, makanya pickup hexaphonic berisi enam pickup terpisah.

Sebuah gitar dengan GK-3 atau gitar yang “GK Ready” yang memiliki keluaran 13-pin bukan gitar MIDI. Semua gitar yang memiliki konektor 13-pin (Godin, Brian Moore, Fender, dan sebagainya) BUKAN gitar MIDI. Gitar-gitar ini adalah gitar “GK ready”, yang artinya gitar ini dapat dihubungkan dan digunakan dengan produk Roland seperti GR-55, VG-99, Boss GP-10 dan produk-produk dengan konektor 13-pin lainnya. Bukan hanya gitaris, musisi, jurnalis, bahkan pabrikan dan salesman alat musikpun banyak yang tidak dapat membedakan antara divided pickup dengan MIDI.


Gitar Processor dengan masukan 13-pin
Roland GR-55, Antares ATG-1, Spicetone 6Appeal, Boss GP-10, Roland GR-S 
Memang ada beberapa gitar yang pernah dibuat dengan keluaran MIDI (artinya di dalam gitar ini terdapat konverter sinyal gitar ke MIDI seperti contoh gambar di bawah), namun gitar tersebut tidak cukup sukses atau populer. Gitar MIDI tersebut tidak bisa dihubungkan, apalagi digunakan dengan perangkat seperti Roland GR-55, VG-99, Boss GP-10, atau perangkat GK System lainnya.

Gitar MIDI (dari kiri ke kanan): SynthAxe, Casio DG-20, Starr Labs Rock Controller, dan You Rock Guitar YRG-1000
Keluaran dari pickup hexaphonic yang sebenarnya adalah: hanya berupa enam sinyal gitar analog diumpankan ke perangkat seperti GR-55, dalam perangkat inilah yang kemudian akan mengolah keenam sinyal gitar tersebut secara terpisah sebelum dikeluarkan ke port Output atau mengubah keenam sinyal gitar tersebut menjadi sinyal MIDI untuk dikeluarkan ke port MIDI Out (atau port USB). Ingat, GR-55 (atau Boss GP-10) yang membuat MIDI, bukan GK-3.

Selasa, 19 Juli 2016

Battery operated guitar pedal (Part 2)


Melanjutkan pembahasan kita bulan lalu tentang pedal gitar yang mobile, maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang power supply yang saya gunakan.

Senin, 20 Juni 2016

Battery operated guitar pedal (Part 1)

Berbagai merek power supply untuk pedal efek gitar (gambar dari premiereguitar.com)
Gitar listrik tidak dapat terpisahkan dari efek gitar atau pedal efek. Umumnya pedal efek gitar mendapatkan dayanya dari adaptor listrik atau baterei alkaline. Bila pedal efek yang dipakai menjadi banyak, biasanya gitaris menata pedalnya di atas sebuah pedalboard dan mengganti adaptor-adaptor listrik bawaan pedal efek tersebut dengan sebuah power supply khusus yang dapat mencatu semua pedal sekaligus, membuat penataan pedalboard menjadi ringkas dan rapi. Hal ini dimungkinkan karena 90 persen pedal efek yang ada menggunakan colokan barrel 5,5x2,1mm tegangan DC 9Volt dan membutuhkan arus yang cukup kecil. Kalaupun ada pedal yang membutuhkan tegangan atau colokan yang berbeda, biasanya power supply tersebut juga sudah menyiapkan tegangan dan colokan yang sesuai.

Kamis, 26 Mei 2016

Wireless (GK Ready) Guitar


Bagi Anda yang menggunakan Boss GP-10 atau Roland GR-55, pernahkah terpikirkan untuk memiliki sebuah alat penghubung pickup hexaphonic ke perangkat GP-10/GR-55/VG-99 secara nirkabel atau wireless? Apalagi bila mengingat kabel GK bisa cukup bermasalah, mahal, dan sulit diperoleh.

Jumat, 25 Maret 2016

Polyphonic FX - Bagian 2 (V-Guitar Space dan Touch Wah)

Boss GP-10 guitar processor ibarat empat alat dalam satu kotak:
  1. Guitar modeling: mensimulasi berbagai jenis gitar listrik, akustik, bass, banjo, sitar, dll.
  2. Synthesizer: mensimulasi Roland GR-300 dan dua jenis synth gitar lagi yakni: OSC dan Wave, serta sebagai MIDI controller.
  3. Polyphonic effect processor yang akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini.
  4. Guitar (conventional) effect processor: delay, chorus, distorsi, wah-wah, dll.
Pada bagian pertama artikel ini kita sudah membahas polyphonic distortion, pada bagian kedua ini kita akan melanjutkan membahas tentang Poly FX: Crystal, Rich Modulation, Slow Pad, dan Touch Wah.

Senin, 01 Februari 2016

Polyphonic FX - Bagian I (Distortion)


Berbeda dengan pickup gitar standard, pickup hexaphonic GK-3 menangkap dan mengirim masing-masing getaran senar gitar secara terpisah ke Boss GP-10. Ke-enam sinyal gitar ini akan diproses secara terpisah oleh Boss GP-10 sebelum dicampur menjadi satu pada keluaran GP-10. Pemrosesan sinyal gitar yang terpisah ini disebut polyphonic effect processing atau disingkat menjadi Poly FX.
Using Divided or hexaphonic pickup, each guitar string can be processed individually.


Selasa, 01 September 2015

Modifikasi Roland G-707 untuk digunakan bersama Boss GP-10 (Revisi artikel bulan lalu)


Setelah mengamati dan mempelajari lebih jauh rangkaian G-707 dan membandingkan dengan rangkaian divided pickup Roland GK-3 serta rangkaian bus converter Roland BC-13, maka saya kembali melakukan operasi terhadap gitar G-707. Kali ini saya lebih 'berani' karena telah memahami detail rangkaian G-707 ini serta cara kerjanya terhadap Boss GP-10.

Untuk Anda yang ingin juga memodifikasi gitar 24-pin, khususnya Roland G-707 untuk dapat mengendalikan guitar synth dengan masukan 13-pin, khususnya Boss GP-10, maka berikut ini caranya:

Sabtu, 01 Agustus 2015

Modifikasi Roland G-707 untuk Digunakan bersama Boss GP-10

Boleh dibilang Roland adalah satu-satunya perusahaan pembuat alat musik yang konsisten mengembangkan dan membuat guitar synthesizer. Sejak awal pengembangannya hingga sekitar tahun 1988, untuk menghubungkan kontroller gitar ke modul synthesizer digunakan konektor dan kabel 24-pin. Namun mulai akhir tahun 80an, Roland mengganti konektor dan kabel tersebut dengan konektor dan kabel 13 pin, hingga sekarang konektor DIN 13-pin ini menjadi standar de facto untuk guitar synth.

Minggu, 29 Maret 2015

Boss GP-10 sebagai Synthesizer Gitar Roland GR-300

Emulasi Roland GR-300 Polyphonic Guitar Synthesizer
Boss GP-10 yang mungil ini merupakan prosesor gitar serba bisa. Bagian multi-effectnya sudah pernah kita bahas pada artikel bulan Nopember 2014 lalu. Kali ini kita akan melihat bagaimana Boss GP-10 bisa berfungsi sebagai Roland GR-300 yang legendaris tersebut, menggunakan gitar dengan pickup GK-compatible mengaktifkan bagian instrument modelling.

Pada bagian prosesor instrument modeling, ada lima jenis modeling yang bisa kita pilih, yaitu:
  1. Gitar listrik; mensimulasi dua belas macam gitar listrik papan atas
  2. Akustik; mensimulasi sembilan model gitar akustik, termasuk banjo dan sitar
  3. Bass; mensimulasi tiga jenis gitar bass
  4. Synthesizer; ada tiga pilihan, yakni: Roland GR-300, OSC, atau Wave 
  5. Poly FX; ini fungsinya mirip dengan pedal gitar Roland GR-D atau GR-S, di mana masing-masing senar gitar diproses secara terpisah (Distortion, Crystal, Rich Modulation, Slow Pad, Touch Wah) sebelum digabung untuk diteruskan ke output, atau diproses selanjutnya.
Kita akan membahas lebih detail semua kemampuan instrument modeling ini di lain waktu, namun kesempatan kali ini mari kita fokus khusus tentang synthesizer, khususnya bagaimana men-emulasi GR-300 dengan menggunakan Boss GP-10.

Sabtu, 31 Januari 2015

Hi-Tech guitar dengan keluaran 13 Pin (GK Ready Guitars)

Pickup hexaphonic atau biasa juga disebut divided pickup adalah pickup dengan enam keluaran (untuk masing-masing senar pada gitar). Pickup ini bisa berupa elektromagnetik (pasif), maupun piezo (aktif).

Roland telah menciptakan beberapa model pickup hexaphonic yang bisa dipasang pada kebanyakan gitar pada umumnya. Yang terbaru diberi nama GK-3 seperti tampak pada gambar berikut.


Namun banyak pula gitar yang dijual built-in dengan pickup seperti ini atau yang kompatibel, misalnya:

Kamis, 25 Desember 2014

MetalWorld


MT-2 Metal Zone™ adalah salah satu pedal buatan Boss yang paling populer sejak diperkenalkan pada tahun 1991. Menurut Boss, stompbox ini menghasilkan nada distorsi yang paling top dan paling gila sedunia—dengan mid dan low yang tebal dan suara ultra-jenuh yang disukai para gitaris metal (termasuk gitaris Dangdut). Beberapa fiturnya sebagai berikut:
  • Suara distorsi yang luar biasa dengan keunikan rangkaian penguatan dua lapis.
  • Menghasilkan sustain yang panjang dengan mid dan low yang berat
  • Ekualiser tiga band dengan kontrol mid yang semi-parametric
Ingin mencoba bermain-main dengan MT-2 Metal Zone™, maka saya keluarkan kotak perkakas serbaguna, Zoom G3X. Di dalamnya saya temukan MetalWRLD, efek yang mensimulasi Boss MT-2 Metal Zone™ minus ekualiser tiga bandnya.

Jumat, 28 November 2014

Efek-efek yang ada dalam Boss GP-10


Kotak kecil berwarna kuning menyala ini memiliki kemampuan luar biasa, bisa sebagai multiefek biasa, maupun sebagai synthesizer gitar, atau mengemulasi suara instrumen berdawai, serta menawarkan fitur tuning alternatif instan.

Mari kita mengenal lebih dekat GP-10 ini:

Jumat, 17 Oktober 2014

Boss GP-10; Expanding the Tonal Palette of Your Guitar

Baru baru ini (pertengahan tahun 2014), Boss, anak perusahaan Roland, meluncurkan produk efek gitar: Boss GP-10. Alat ini selain berfungsi sebagai multiefek untuk gitar listrik biasa, bila menggunakan kabel dan pickup Hexaphonic GK-3 Roland (atau yang kompatibel), maka GP-10 memungkinkan Anda untuk menghasilkan berbagai suara gitar listrik, akustik, banjo, gitar dengan 12 senar, atau bass, dan bahkan synthesizer analog. Bukan itu saja, Anda dapat mengubah tuning gitar Anda dalam sekejap dengan berbagai tuning berbeda tanpa harus memutar-mutar atau mengubah tuner gitar Anda, misalnya open-G atau drop-D tuning yang sering digunakan dalam musik rock keras atau metal. Sebagai alat serba bisa, GP-10 juga berfungsi sebagai pedal gitar multiefek layaknya Zoom G3X.
Unboxing the future
1. Sebagai multiefek
Sama seperti multiefek gitar lainnya, Boss GP-10 adalah multiefek yang memiliki berbagai efek seperti: overdrive, limiter, wah wah, phaser, flanger, tremolo, chorus. delay, reverb, harmonist, pitch shifter, dan lain sebagainya. Juga dilengkapi dengan 30 macam amp modeling dan dilengkapi dengan pedal ekspresi dan USB. Namun multiefek ini unik, karena memiliki masukan 13 pin untuk pickup khusus seperti: Roland GK-3, Graphtech Ghost, RMC, Fishman, dan sebagainya.

2. Sebagai gitar modeling
GK-3 yang terpasang pada Yamaha 510V
Bila gitar kita dilengkapi dengan divided pickup seperti Roland GK-3, maka Boss GP-10 ini dapat mengubah suara gitar kita menjadi berbagai macam gitar (ada 9 macam gitar akustik, 12 macam gitar listrik, dan 3 macam bass gitar).

3. Sebagai synthesizer
Roland GR-300 Analog Guitar Synthesizer
Dengan pickup Roland GK-3 kita dapat memainkan gitar kita sebagai synthesizer GR-300. Pickup GK-3 sebagai synthesizer dapat dicampur bersama suara gitar dari pickup standard gitar kita, memungkinkan kita berduet dengan diri kita sendiri. Hal yang sama juga dapat kita lakukan berduet dengan gitar modeling, misalnya gitar kita duet dengan salah satu gitar akustik atau gitar listrik yang berbeda.

4. Tuning alternatif instan
Cukup dengan satu gitar yang telah kita tune standar dengan benar dan Boss GP-10, kita sudah dapat berganti-ganti tuning dalam sekejap mata ke open G atau drop D atau tuning seaneh apapun tanpa menyentuh tuner gitar kita, memungkinkan kita memainkan lagu Smoke On The Water dan Honky Tonk Woman berturut-turut tanpa re-tuning atau berganti gitar.

Bagi Anda yang tertarik, GP-10 dijual dalam dua kemasan yakni GP-10S (GP-10 tanpa kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 399 dan GP-10GK (GP-10 dengan kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 499. Produk ini telah tersedia di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi distributor resmi Roland/Boss di Indonesia, atau Destiny Sound-Jakarta (WhatsApp: 089611000909 harganya di bawah 6 juta rupiah).

Boss GP-10 dan Zoom G3X, kecil tapi dasyat