Translate

Tampilkan postingan dengan label Guitar synthesizer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guitar synthesizer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Turbo Lover

CD "Turbo" keluaran tahun 2001 Remasters series
Pada tahun 1985, Glenn Tipton — lead guitarist dan penulis lagu band heavy metal legendaris, JUDAS PRIEST — membeli Porsche 911 Turbo SE. Glenn sebelumnya pernah mengunjungi pabrik mobil tersebut di Stuggart dan langsung jatuh hati. "Kami berkeliling pabrik di Stuttgart dan saya sangat terkesan dengan teknik dan ketelitian mereka dalam membuat mobil, dan aku harus memilikinya," kata Glenn.

Tigapuluh dua tahun kemudian, kini Glenn melalui Silverstone Auctions sedang melelang mobil tersebut, karena jarang digunakan. Menurut perkiraan rumah lelang, mobil tersebut bernilai sekitar £180,000 hingga £220,000 (atau 3,2 hingga 3,9 milyar rupiah).

Porsche dan Roland, mobil dan guitar synthesizer yang telah menginspirasikan Judas Priest hingga terciptanya lagu Turbo Lover.

Minggu, 04 Juni 2017

GR-50 Tutorial: Tone Editing



Bulan lalu kita telah mempelajari bagaimana cara edit patch dalam GR- 50, kini kita akan melanjutkan mempelajari langkah-langkah mengedit arsitektur "tone", unit terkecil yang membentuk patch dalam GR-50.

Senin, 01 Mei 2017

GR-50 Tutorial: Patch Editing


Untuk memudahkan pada saat permainan gitar, kita dapat memprogram konfigurasi tone untuk masing-masing senar gitar dalam sebuah patch dan menyimpannya dalam memori. Patch ini menjadi 'sound' dari gitar kita dan 'internal memory' dari GR-50 dapat menyimpan 64 patch atau 64 sound. Setiap patch menyimpan informasi tentang nama patch, setting reverb, kurva velocity, pilihan tone untuk masing-masing senar (satu senar bisa terdiri atas dua Tone), mode tone dan sensitifitasnya, key shift, fine tune, chromatic on/off, output level, Pan, dan MIDI.

Mengaudisi Bunyi atau 'Tone' GR-50
GR-50 memiliki 256 preset tone. Untuk mendengarkan ke 256 tone ini, kita akan masuk ke mode internal edit dan mengubah-ubah pilihan tone dalam sebuah patch. Untuk melakukan hal ini berikut langkah-langkahnya:

Jumat, 31 Maret 2017

Roland GR-50 Guitar Synthesizer At a Glance

GR-50 adalah salah satu guitar synthesizer digital yang menggunakan metode LA (Linear Arithmetic) Synthesis. Istilah "LA synthesis" sendiri diciptakan oleh Roland Corporation ketika mereka memperkenalkan keyboard D-50 yang legendaris pada tahun 1987. LA synthesis pada dasarnya adalah teknologi synthesizer yang menggabungkan PCM wavetable dengan subtractive synthesis.

Jumat, 30 September 2016

Tips Setting Pickup Gitar hexaphonic pada Boss GP-10

Ketika menggunakan pickup hexaphonic atau divided pickup, ada beberapa parameter dalam Boss GP-10 yang harus diset untuk mengoptimalkan kinerja pickup terhadap unit GP-10. Parameter ini dapat diatur dan disimpan dalam menu “GK Setting,”
Sebelum menggunakan GP-10, pastikan bahwa pickup GK (hexaphonic pickup) telah terpasang dengan benar pada gitar Anda. Pastikan Anda telah membaca buku petunjuk GK-Pickup's Owner Manual dan periksa kembali apakah pemasangan pickup tersebut telah sesuai dengan petunjuk yang disarankan oleh Roland. Bila gitar yang Anda gunakan telah memiliki hexaphonic pickup built in dari pabrik, maka langkah selanjutnya adalah menset GP-10 sesuai dengan gitar yang Anda gunakan.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Roland GK System VS MIDI


Ini kabel MIDI atau kabel GK?
Di kalangan gitaris, sampai saat ini masih sering terdapat salah kaprah tentang sistem GK dari Roland. Pickup hexaphonic, seperti Roland GK-3, BUKAN pickup MIDI (Musical Instrument Digital Interface). Pickup hexaphonic hanyalah sebuah pickup yang terdiri dari enam buah pickup humbucker biasa – masing-masing satu pickup untuk satu senar. Karena gitar umumnya memiliki enam senar, makanya pickup hexaphonic berisi enam pickup terpisah.

Sebuah gitar dengan GK-3 atau gitar yang “GK Ready” yang memiliki keluaran 13-pin bukan gitar MIDI. Semua gitar yang memiliki konektor 13-pin (Godin, Brian Moore, Fender, dan sebagainya) BUKAN gitar MIDI. Gitar-gitar ini adalah gitar “GK ready”, yang artinya gitar ini dapat dihubungkan dan digunakan dengan produk Roland seperti GR-55, VG-99, Boss GP-10 dan produk-produk dengan konektor 13-pin lainnya. Bukan hanya gitaris, musisi, jurnalis, bahkan pabrikan dan salesman alat musikpun banyak yang tidak dapat membedakan antara divided pickup dengan MIDI.


Gitar Processor dengan masukan 13-pin
Roland GR-55, Antares ATG-1, Spicetone 6Appeal, Boss GP-10, Roland GR-S 
Memang ada beberapa gitar yang pernah dibuat dengan keluaran MIDI (artinya di dalam gitar ini terdapat konverter sinyal gitar ke MIDI seperti contoh gambar di bawah), namun gitar tersebut tidak cukup sukses atau populer. Gitar MIDI tersebut tidak bisa dihubungkan, apalagi digunakan dengan perangkat seperti Roland GR-55, VG-99, Boss GP-10, atau perangkat GK System lainnya.

Gitar MIDI (dari kiri ke kanan): SynthAxe, Casio DG-20, Starr Labs Rock Controller, dan You Rock Guitar YRG-1000
Keluaran dari pickup hexaphonic yang sebenarnya adalah: hanya berupa enam sinyal gitar analog diumpankan ke perangkat seperti GR-55, dalam perangkat inilah yang kemudian akan mengolah keenam sinyal gitar tersebut secara terpisah sebelum dikeluarkan ke port Output atau mengubah keenam sinyal gitar tersebut menjadi sinyal MIDI untuk dikeluarkan ke port MIDI Out (atau port USB). Ingat, GR-55 (atau Boss GP-10) yang membuat MIDI, bukan GK-3.

Kamis, 26 Mei 2016

Wireless (GK Ready) Guitar


Bagi Anda yang menggunakan Boss GP-10 atau Roland GR-55, pernahkah terpikirkan untuk memiliki sebuah alat penghubung pickup hexaphonic ke perangkat GP-10/GR-55/VG-99 secara nirkabel atau wireless? Apalagi bila mengingat kabel GK bisa cukup bermasalah, mahal, dan sulit diperoleh.

Selasa, 01 September 2015

Modifikasi Roland G-707 untuk digunakan bersama Boss GP-10 (Revisi artikel bulan lalu)


Setelah mengamati dan mempelajari lebih jauh rangkaian G-707 dan membandingkan dengan rangkaian divided pickup Roland GK-3 serta rangkaian bus converter Roland BC-13, maka saya kembali melakukan operasi terhadap gitar G-707. Kali ini saya lebih 'berani' karena telah memahami detail rangkaian G-707 ini serta cara kerjanya terhadap Boss GP-10.

Untuk Anda yang ingin juga memodifikasi gitar 24-pin, khususnya Roland G-707 untuk dapat mengendalikan guitar synth dengan masukan 13-pin, khususnya Boss GP-10, maka berikut ini caranya:

Sabtu, 01 Agustus 2015

Modifikasi Roland G-707 untuk Digunakan bersama Boss GP-10

Boleh dibilang Roland adalah satu-satunya perusahaan pembuat alat musik yang konsisten mengembangkan dan membuat guitar synthesizer. Sejak awal pengembangannya hingga sekitar tahun 1988, untuk menghubungkan kontroller gitar ke modul synthesizer digunakan konektor dan kabel 24-pin. Namun mulai akhir tahun 80an, Roland mengganti konektor dan kabel tersebut dengan konektor dan kabel 13 pin, hingga sekarang konektor DIN 13-pin ini menjadi standar de facto untuk guitar synth.

Selasa, 30 Juni 2015

Roland G-707 Vintage Guitar for Guitar Synthesizer

Kiri: gambar desain controller yang dipatenkan oleh Yoshiaki Hayashi dan Akira Matsui untuk Roland.
Kanan: gitar Roland G-707
Pada tahun 1984 Roland memperkenalkan synthesizer GR-700 dan gitar G-707 sebagai controllernya. Masa produksi gitar beserta synthesizer ini sekitar tahun 1984 hingga 1987. Roland membuat gitar controller ini dalam tiga warna, yakni perak, merah, dan hitam dengan finishing acrylic. Foto di atas adalah G-707 perak yang berubah menjadi hijau keemasan oleh reaksi kimia cat acrylic yang dimakan waktu.

Rabu, 15 April 2015

New Sounds, New Era, New Inspiration - April 15

Hari ini, 15 April 2015, event pameran alat musik tahunan terbesar di Eropa, Musikmesse, akan digelar selama empat hari di Frankfurt, Jerman. Berbagai produk alat musik dan DJ yang baru akan diperkenalkan di pameran ini.

http://www.sweetwater.com/insync/big-tease-from-boss/?emore&utm_source=insync&utm_medium=email&utm_campaign=insync20150410
Godaan dari Boss
Yang menarik buat pecandu gitar adalah Roland/Boss menggoda dunia sejak beberapa hari yang lalu dengan video produk yang misterius. Produk ini sebentar lagi akan dipamerkan untuk umum di ajang pameran Musikmesse. Video yang kabur dan tidak banyak informasi ini mengarahkan khayalan kita ke synthesizer gitar yang lebih canggih dari Boss GP-10, dengan kemampuan MIDI dan modeling yang mampu membangkitkan nuansa tahun 80an.

Mungkinkah Roland memproduksi Boss SY-300 Guitar Synthesizer seperti foto di bawah ini?
SY-300 bisa digunakan dengan semua gitar biasa tanpa membutuhkan pickup khusus—hanya dengan menggunakan kabel gitar standard 1/4-inch Anda dapat memainkan nada-nada synthesizer polyphonic yang kaya dan ekspresif. Dengan tiga bagian synthesizer dan empat prosesor efek serta 0 ms latency mampu membentuk suara gitar Anda menjadi sama sekali baru dan berbeda.

Dilengkapi dengan display Graphic LCD, tiga saklar kaki yang dapat diatur peruntukannya, dan sebuah saklar kaki on/off. 70 ready-to-play preset patches dan 99 user patches untuk menyimpan program Anda. Gunakan BOSS Tone Studio pada komputer Anda untuk membuat dan menyimpan program suara atau mendownload patch dari BOSS Tone Central.

Kedengarannya too good to be true. Semoga ini bukan hoax, only time will tell. Penasaran? Silakan simak terus di: http://www.vguitarforums.com/smf/index.php?topic=14460.0;topicseen

Minggu, 29 Maret 2015

Boss GP-10 sebagai Synthesizer Gitar Roland GR-300

Emulasi Roland GR-300 Polyphonic Guitar Synthesizer
Boss GP-10 yang mungil ini merupakan prosesor gitar serba bisa. Bagian multi-effectnya sudah pernah kita bahas pada artikel bulan Nopember 2014 lalu. Kali ini kita akan melihat bagaimana Boss GP-10 bisa berfungsi sebagai Roland GR-300 yang legendaris tersebut, menggunakan gitar dengan pickup GK-compatible mengaktifkan bagian instrument modelling.

Pada bagian prosesor instrument modeling, ada lima jenis modeling yang bisa kita pilih, yaitu:
  1. Gitar listrik; mensimulasi dua belas macam gitar listrik papan atas
  2. Akustik; mensimulasi sembilan model gitar akustik, termasuk banjo dan sitar
  3. Bass; mensimulasi tiga jenis gitar bass
  4. Synthesizer; ada tiga pilihan, yakni: Roland GR-300, OSC, atau Wave 
  5. Poly FX; ini fungsinya mirip dengan pedal gitar Roland GR-D atau GR-S, di mana masing-masing senar gitar diproses secara terpisah (Distortion, Crystal, Rich Modulation, Slow Pad, Touch Wah) sebelum digabung untuk diteruskan ke output, atau diproses selanjutnya.
Kita akan membahas lebih detail semua kemampuan instrument modeling ini di lain waktu, namun kesempatan kali ini mari kita fokus khusus tentang synthesizer, khususnya bagaimana men-emulasi GR-300 dengan menggunakan Boss GP-10.

Minggu, 15 Februari 2015

Gitar Ibanez ART200FM TK

Menyambung artikel saya bulan lalu tentang gitar dengan pickup hexaphonic, maka artikel kali ini masih menyangkut tentang gitar yang akan saya pilih untuk diinstall Roland GK-3.

Sebelumnya, saya telah memasang Roland GK-3 pada gitar Yamaha Pacifica 510V. Namun hasilnya kurang memuaskan, pickup tersebut sering terangkat (goyang) mungkin karena cara saya memasangnya salah. Belum lagi jarak antara pickup terlalu dekat dengan bridge menyebabkan ruang untuk pemasangan pickup GK-3 tidak ideal (lebar pickup GK-3 hampir sembilan milimeter, jadi paling tidak harus ada jarak bersih minimum 9 mm atau lebih antara bridge dengan pickup treble supaya pemasangan pickup GK-3 ini bisa lebih mudah dan leluasa).

Jarak pickup ke bridge yang terlalu dekat akan menyulitkan pemasangan Roland GK-3
Untuk memilih gitar yang rencananya akan saya pasang Roland GK-3, saya melakukan research toko online yang menjual gitar dengan model atau type Les Paul atau sejenisnya termasuk model SG, dan membandingkan pilihan merek yang tersedia. Beberapa merek yang sempat menarik perhatian saya antara lain Ibanez (mungkin merek ini yang paling banyak dijual di tanah air), Cort, Epiphone, ESP LTD, PRS, Gretsch, Rick Hanes, dll.

Sabtu, 31 Januari 2015

Hi-Tech guitar dengan keluaran 13 Pin (GK Ready Guitars)

Pickup hexaphonic atau biasa juga disebut divided pickup adalah pickup dengan enam keluaran (untuk masing-masing senar pada gitar). Pickup ini bisa berupa elektromagnetik (pasif), maupun piezo (aktif).

Roland telah menciptakan beberapa model pickup hexaphonic yang bisa dipasang pada kebanyakan gitar pada umumnya. Yang terbaru diberi nama GK-3 seperti tampak pada gambar berikut.


Namun banyak pula gitar yang dijual built-in dengan pickup seperti ini atau yang kompatibel, misalnya:

Jumat, 28 November 2014

Efek-efek yang ada dalam Boss GP-10


Kotak kecil berwarna kuning menyala ini memiliki kemampuan luar biasa, bisa sebagai multiefek biasa, maupun sebagai synthesizer gitar, atau mengemulasi suara instrumen berdawai, serta menawarkan fitur tuning alternatif instan.

Mari kita mengenal lebih dekat GP-10 ini:

Jumat, 17 Oktober 2014

Boss GP-10; Expanding the Tonal Palette of Your Guitar

Baru baru ini (pertengahan tahun 2014), Boss, anak perusahaan Roland, meluncurkan produk efek gitar: Boss GP-10. Alat ini selain berfungsi sebagai multiefek untuk gitar listrik biasa, bila menggunakan kabel dan pickup Hexaphonic GK-3 Roland (atau yang kompatibel), maka GP-10 memungkinkan Anda untuk menghasilkan berbagai suara gitar listrik, akustik, banjo, gitar dengan 12 senar, atau bass, dan bahkan synthesizer analog. Bukan itu saja, Anda dapat mengubah tuning gitar Anda dalam sekejap dengan berbagai tuning berbeda tanpa harus memutar-mutar atau mengubah tuner gitar Anda, misalnya open-G atau drop-D tuning yang sering digunakan dalam musik rock keras atau metal. Sebagai alat serba bisa, GP-10 juga berfungsi sebagai pedal gitar multiefek layaknya Zoom G3X.
Unboxing the future
1. Sebagai multiefek
Sama seperti multiefek gitar lainnya, Boss GP-10 adalah multiefek yang memiliki berbagai efek seperti: overdrive, limiter, wah wah, phaser, flanger, tremolo, chorus. delay, reverb, harmonist, pitch shifter, dan lain sebagainya. Juga dilengkapi dengan 30 macam amp modeling dan dilengkapi dengan pedal ekspresi dan USB. Namun multiefek ini unik, karena memiliki masukan 13 pin untuk pickup khusus seperti: Roland GK-3, Graphtech Ghost, RMC, Fishman, dan sebagainya.

2. Sebagai gitar modeling
GK-3 yang terpasang pada Yamaha 510V
Bila gitar kita dilengkapi dengan divided pickup seperti Roland GK-3, maka Boss GP-10 ini dapat mengubah suara gitar kita menjadi berbagai macam gitar (ada 9 macam gitar akustik, 12 macam gitar listrik, dan 3 macam bass gitar).

3. Sebagai synthesizer
Roland GR-300 Analog Guitar Synthesizer
Dengan pickup Roland GK-3 kita dapat memainkan gitar kita sebagai synthesizer GR-300. Pickup GK-3 sebagai synthesizer dapat dicampur bersama suara gitar dari pickup standard gitar kita, memungkinkan kita berduet dengan diri kita sendiri. Hal yang sama juga dapat kita lakukan berduet dengan gitar modeling, misalnya gitar kita duet dengan salah satu gitar akustik atau gitar listrik yang berbeda.

4. Tuning alternatif instan
Cukup dengan satu gitar yang telah kita tune standar dengan benar dan Boss GP-10, kita sudah dapat berganti-ganti tuning dalam sekejap mata ke open G atau drop D atau tuning seaneh apapun tanpa menyentuh tuner gitar kita, memungkinkan kita memainkan lagu Smoke On The Water dan Honky Tonk Woman berturut-turut tanpa re-tuning atau berganti gitar.

Bagi Anda yang tertarik, GP-10 dijual dalam dua kemasan yakni GP-10S (GP-10 tanpa kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 399 dan GP-10GK (GP-10 dengan kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 499. Produk ini telah tersedia di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi distributor resmi Roland/Boss di Indonesia, atau Destiny Sound-Jakarta (WhatsApp: 089611000909 harganya di bawah 6 juta rupiah).

Boss GP-10 dan Zoom G3X, kecil tapi dasyat