Gitar Cort X-6 yang banyak dijual di Indonesia diproduksi sekitar tahun 2012. Harganya yang murah, sekitar 2,7 juta rupiah serta pengerjaan bagian luar yang rapi membuat penampilan gitar ini sangat berkualitas, bahkan playabilitynya sangat memuaskan.
Translate
Tampilkan postingan dengan label Resensi Produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Produk. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Januari 2021
Selasa, 24 April 2018
EHX Big Muff Pi versi Op-Amp
![]() |
| Kanan: Big Muff Pi, Kiri: Big Muff Pi rakitan sendiri |
Rangkaian elektronik Big Muff Pi (disingkat menjadi BMP) memiliki banyak versi, aslinya BMP menggunakan transistor sebagai komponen aktif. Pada tahun 1977/1978 EHX memperkenalkan Big Muff yang menggunakan IC op-amp (operational amplifier) sebagai komponen aktif, namun BMP transistor tetap popular hingga saat ini.
Sampai sekitar awal tahun 1970an, IC op-amp masih tergolong mahal dan transistor diskrit masih jamak digunakan, nanti setelah pertengahan tahun 1970 berbagai pabrikan berhasil membuat op-amp yang lebih ekonomis dan handal sehingga perlahan namun pasti popularitas op-amp sebagai komponen penguat mulai menanjak karena dengan desain yang bagus, rangkaian yang menggunakan op-amp bisa lebih baik dan lebih murah. Pada tahun 1974 untuk pertama kalinya diproduksi dual op-amp dalam bentuk satu IC oleh Raytheon Semiconductor (RC4558) diikuti oleh National Semiconductor quad op-amp LM324 pada tahun yang sama. Sejak saat itu pabrikan IC berlomba-lomba membuat IC op-amp yang semakin murah dan dengan spesifikasi yang lebih baik.
Menurut Howard Davis, ia ditugaskan oleh Mike Matthews, pendiri sekaligus pemilik Elektro Harmonix (EHX), untuk mendesain ulang Big Muff menggunakan op-amp dengan tujuan untuk membuat Big Muff yang lebih handal dan efisien untuk diproduksi. Maka lahirlah Big Muff versi 4 alias Big Muff versi op amp yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.
Sabtu, 31 Maret 2018
Merakit Efek Gitar 'Distortion'
![]() |
| 1. Classic Guitar Distortions yang dapat Anda temukan dalam Boss GP-10 |
Pada tahun 1960an mulai diperkenalkan perangkat pedal 'fuzz' yang membuat suara gitar sengaja terdistorsi secara elektronik, contohnya: Fuzz Face dan Big Muff Pi. Sejak saat itu musik rock berkembang dengan sangat pesat dan lahirlah berbagai pedal distorsi yang beberapa di antaranya kini menjadi klasik (seperti gambar 1 di atas). Pedal-pedal tersebut kini menjadi referensi dan Anda dapat menemukan simulasinya dalam berbagai multi efek modern, termasuk Boss GP-10.
Rabu, 27 September 2017
Washburn Parallaxe PXM10
Asal Usul Gitar Washburn
Merek gitar Washburn diambil dari nama bisnisman George Washburn Lyon, yang bekerja sama dengan Patrick Healy pada tahun 1864 mulai membentuk perusahaan Lyon & Healy. Perusahaan ini semakin berkembang dan mulai memproduksi gitar (akustik), mandolin, banjo, dan sejenisnya dengan merek Washburn sejak tahun 1883. Namun karena kerasnya kompetisi bisnis dan perubahan zaman maka pada tahun 1928, Lyon & Healy melepas bisnis gitarnya dan fokus pada bisnis piano dan harpa. Sejak itu merek Washburn terus mengalami kemunduran hingga tidak terdengar lagi pada tahun 1940.Rabu, 30 Agustus 2017
dbx goRack
Sabtu, 01 Juli 2017
Primova Sound MIDX-20
Pendahuluan
Sebuah sistem yang menggunakan sarana USB (Universal Serial Bus) harus selalu terdiri atas tiga komponen, yakni:
- Sebuah host, contohnya komputer, Smartphone, Tablet, atau MIDI sound module
- satu atau beberapa slave, misalnya: printer, mouse, storage, MIDI controller, dll termasuk dalam konteks kita adalah Boss GP-10
- bus yang direpresentasikan oleh kabel USB yang menghubungkan perangkat USB (slave) dengan hostnya (komputer)
Kamis, 17 November 2016
Mari mengenal lebih dekat: Hotone Soul Press
Hotone Audio (dibaca: hot ton audio) adalah perusahaan yang Nopember ini baru genap berusia empat tahun, namun produknya sudah cukup terkenal dengan spesialisasi dalam produk ampli gitar dan pedal efek mini. Salah satu produk perusahaan asal China ini adalah Soul Press; pedal yang dapat digunakan sebagai wah-wah, atau volume, atau pedal ekspresi.
Selasa, 19 Juli 2016
Battery operated guitar pedal (Part 2)
Melanjutkan pembahasan kita bulan lalu tentang pedal gitar yang mobile, maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang power supply yang saya gunakan.
Kamis, 29 Oktober 2015
Memilih Speaker (Bluetooth) Portabel Mumpuni
Menurut Wayne Chase dalam bukunya yang berjudul "How Music Really Works!", manusia membutuhkan musik sejak dari zaman dahulu kala. Sekarang ini kita dapat menikmati musik pilihan setiap saat di manapun kita inginkan. Lagu-lagu dalam smartphone kita bisa dinikmati menggunakan earphone/headphone. Namun terkadang penggunaan earphone/headphone ini tidak praktis, misalnya pada saat santai berkumpul bersama teman, atau pada saat melakukan pekerjaan kotor seperti merawat taman dan memperbaiki sesuatu di bengkel kerja. Bahkan terkadang alunan musik rock yang menemani sambil bermalas-malasan di kamar atau bersih-bersih di kamar mandi is the kick that you need, coba deh... Untuk itu sebuah speaker bluetooth yang portable menjadi kebutuhan
Begitu banyak macam, merek, model, dan ukuran speaker portable bluetooth yang tersedia di pasaran saat ini tentunya akan membuat kita menjadi lebih leluasa dan mudah membandingkan speaker yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kita. Namun saking banyaknya pilihan tersebut membuat kita menjadi sulit memutuskan speaker mana yang cocok atau sesuai dengan kebutuhan. Pertama-tama kita harus memisahkan speaker bluetooth kecap kelas dua dari speaker portabel yang mumpuni. Untuk mudahnya dan tidak membuang-buang waktu, semua speaker bluetooth portabel di bawah dua juta rupiah dapat dikategori speaker asbun. OK, let's move on!
Berikut beberapa kriteria dalam memilih speaker portable yang baik dan alasannya:
Begitu banyak macam, merek, model, dan ukuran speaker portable bluetooth yang tersedia di pasaran saat ini tentunya akan membuat kita menjadi lebih leluasa dan mudah membandingkan speaker yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kita. Namun saking banyaknya pilihan tersebut membuat kita menjadi sulit memutuskan speaker mana yang cocok atau sesuai dengan kebutuhan. Pertama-tama kita harus memisahkan speaker bluetooth kecap kelas dua dari speaker portabel yang mumpuni. Untuk mudahnya dan tidak membuang-buang waktu, semua speaker bluetooth portabel di bawah dua juta rupiah dapat dikategori speaker asbun. OK, let's move on!
Berikut beberapa kriteria dalam memilih speaker portable yang baik dan alasannya:
Selasa, 30 Juni 2015
Roland G-707 Vintage Guitar for Guitar Synthesizer
![]() |
| Kiri: gambar desain controller yang dipatenkan oleh Yoshiaki Hayashi dan Akira Matsui untuk Roland. Kanan: gitar Roland G-707 |
Pada tahun 1984 Roland memperkenalkan synthesizer GR-700 dan gitar G-707 sebagai controllernya. Masa produksi gitar beserta synthesizer ini sekitar tahun 1984 hingga 1987. Roland membuat gitar controller ini dalam tiga warna, yakni perak, merah, dan hitam dengan finishing acrylic. Foto di atas adalah G-707 perak yang berubah menjadi hijau keemasan oleh reaksi kimia cat acrylic yang dimakan waktu.
Minggu, 15 Februari 2015
Gitar Ibanez ART200FM TK
Menyambung artikel saya bulan lalu tentang gitar dengan pickup hexaphonic, maka artikel kali ini masih menyangkut tentang gitar yang akan saya pilih untuk diinstall Roland GK-3.
Sebelumnya, saya telah memasang Roland GK-3 pada gitar Yamaha Pacifica 510V. Namun hasilnya kurang memuaskan, pickup tersebut sering terangkat (goyang) mungkin karena cara saya memasangnya salah. Belum lagi jarak antara pickup terlalu dekat dengan bridge menyebabkan ruang untuk pemasangan pickup GK-3 tidak ideal (lebar pickup GK-3 hampir sembilan milimeter, jadi paling tidak harus ada jarak bersih minimum 9 mm atau lebih antara bridge dengan pickup treble supaya pemasangan pickup GK-3 ini bisa lebih mudah dan leluasa).
Untuk memilih gitar yang rencananya akan saya pasang Roland GK-3, saya melakukan research toko online yang menjual gitar dengan model atau type Les Paul atau sejenisnya termasuk model SG, dan membandingkan pilihan merek yang tersedia. Beberapa merek yang sempat menarik perhatian saya antara lain Ibanez (mungkin merek ini yang paling banyak dijual di tanah air), Cort, Epiphone, ESP LTD, PRS, Gretsch, Rick Hanes, dll.
Sebelumnya, saya telah memasang Roland GK-3 pada gitar Yamaha Pacifica 510V. Namun hasilnya kurang memuaskan, pickup tersebut sering terangkat (goyang) mungkin karena cara saya memasangnya salah. Belum lagi jarak antara pickup terlalu dekat dengan bridge menyebabkan ruang untuk pemasangan pickup GK-3 tidak ideal (lebar pickup GK-3 hampir sembilan milimeter, jadi paling tidak harus ada jarak bersih minimum 9 mm atau lebih antara bridge dengan pickup treble supaya pemasangan pickup GK-3 ini bisa lebih mudah dan leluasa).
![]() |
| Jarak pickup ke bridge yang terlalu dekat akan menyulitkan pemasangan Roland GK-3 |
Jumat, 17 Oktober 2014
Boss GP-10; Expanding the Tonal Palette of Your Guitar
Baru baru ini (pertengahan tahun 2014), Boss, anak perusahaan Roland, meluncurkan produk efek gitar: Boss GP-10. Alat ini selain berfungsi sebagai multiefek untuk gitar listrik biasa, bila menggunakan kabel dan pickup Hexaphonic GK-3 Roland (atau yang kompatibel), maka GP-10 memungkinkan Anda untuk menghasilkan berbagai suara gitar listrik, akustik, banjo, gitar dengan 12 senar, atau bass, dan bahkan synthesizer analog. Bukan itu saja, Anda dapat mengubah tuning gitar Anda dalam sekejap dengan berbagai tuning berbeda tanpa harus memutar-mutar atau mengubah tuner gitar Anda, misalnya open-G atau drop-D tuning yang sering digunakan dalam musik rock keras atau metal. Sebagai alat serba bisa, GP-10 juga berfungsi sebagai pedal gitar multiefek layaknya Zoom G3X.
1. Sebagai multiefek
Sama seperti multiefek gitar lainnya, Boss GP-10 adalah multiefek yang memiliki berbagai efek seperti: overdrive, limiter, wah wah, phaser, flanger, tremolo, chorus. delay, reverb, harmonist, pitch shifter, dan lain sebagainya. Juga dilengkapi dengan 30 macam amp modeling dan dilengkapi dengan pedal ekspresi dan USB. Namun multiefek ini unik, karena memiliki masukan 13 pin untuk pickup khusus seperti: Roland GK-3, Graphtech Ghost, RMC, Fishman, dan sebagainya.
2. Sebagai gitar modeling
Bila gitar kita dilengkapi dengan divided pickup seperti Roland GK-3, maka Boss GP-10 ini dapat mengubah suara gitar kita menjadi berbagai macam gitar (ada 9 macam gitar akustik, 12 macam gitar listrik, dan 3 macam bass gitar).
3. Sebagai synthesizer
Dengan pickup Roland GK-3 kita dapat memainkan gitar kita sebagai synthesizer GR-300. Pickup GK-3 sebagai synthesizer dapat dicampur bersama suara gitar dari pickup standard gitar kita, memungkinkan kita berduet dengan diri kita sendiri. Hal yang sama juga dapat kita lakukan berduet dengan gitar modeling, misalnya gitar kita duet dengan salah satu gitar akustik atau gitar listrik yang berbeda.
4. Tuning alternatif instan
Cukup dengan satu gitar yang telah kita tune standar dengan benar dan Boss GP-10, kita sudah dapat berganti-ganti tuning dalam sekejap mata ke open G atau drop D atau tuning seaneh apapun tanpa menyentuh tuner gitar kita, memungkinkan kita memainkan lagu Smoke On The Water dan Honky Tonk Woman berturut-turut tanpa re-tuning atau berganti gitar.
Bagi Anda yang tertarik, GP-10 dijual dalam dua kemasan yakni GP-10S (GP-10 tanpa kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 399 dan GP-10GK (GP-10 dengan kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 499. Produk ini telah tersedia di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi distributor resmi Roland/Boss di Indonesia, atau Destiny Sound-Jakarta (WhatsApp: 089611000909 harganya di bawah 6 juta rupiah).
![]() |
| Unboxing the future |
Sama seperti multiefek gitar lainnya, Boss GP-10 adalah multiefek yang memiliki berbagai efek seperti: overdrive, limiter, wah wah, phaser, flanger, tremolo, chorus. delay, reverb, harmonist, pitch shifter, dan lain sebagainya. Juga dilengkapi dengan 30 macam amp modeling dan dilengkapi dengan pedal ekspresi dan USB. Namun multiefek ini unik, karena memiliki masukan 13 pin untuk pickup khusus seperti: Roland GK-3, Graphtech Ghost, RMC, Fishman, dan sebagainya.
2. Sebagai gitar modeling
| GK-3 yang terpasang pada Yamaha 510V |
3. Sebagai synthesizer
![]() |
| Roland GR-300 Analog Guitar Synthesizer |
4. Tuning alternatif instan
Cukup dengan satu gitar yang telah kita tune standar dengan benar dan Boss GP-10, kita sudah dapat berganti-ganti tuning dalam sekejap mata ke open G atau drop D atau tuning seaneh apapun tanpa menyentuh tuner gitar kita, memungkinkan kita memainkan lagu Smoke On The Water dan Honky Tonk Woman berturut-turut tanpa re-tuning atau berganti gitar.
Bagi Anda yang tertarik, GP-10 dijual dalam dua kemasan yakni GP-10S (GP-10 tanpa kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 399 dan GP-10GK (GP-10 dengan kabel dan pickup GK-3) dengan harga USD 499. Produk ini telah tersedia di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi distributor resmi Roland/Boss di Indonesia, atau Destiny Sound-Jakarta (WhatsApp: 089611000909 harganya di bawah 6 juta rupiah).
![]() |
| Boss GP-10 dan Zoom G3X, kecil tapi dasyat |
Senin, 31 Maret 2014
Yamaha Pacifica 510V Electric Guitar
![]() |
Yamaha mengeluarkan model Pacifica sejak 1990 dengan bentuk meniru Fender Stratocaster, untuk menyasar kelas entry level dengan harga sangat terjangkau. Sekitar tahun 2011 Yamaha mengeluarkan seri terbaru Pacifica dengan sasaran kelas di atasnya yakni seri premium 311H, 510V, dan 611HFM.
Seri Pacifica premium ini menggunakan hardware pilihan berkualitas seperti tuner Grover, nut Graphtech, dan pick-up buatan Seymour Duncan.
Berikut kira-kira urutan seri Pacifica mulai dari harga paling murah sampai kelas premium: 012, 112J, 112V, 120H, 212V, 311H, 510V, 611H.
Senin, 16 Desember 2013
Zoom G3X Multiefek Gitar Listrik pilihan untuk gitaris pemula (maupun profesional).
Multiefek gitar buatan Jepang ini menjadi unik ketika sebagai pemain gitar, Anda membutuhkan multiefek pedal yang powerful namun praktis digunakan.
Ukuran fisik yang kompak, fitur yang banyak, harga yang relatif murah, serta sound yang tidak mengecewakan, sangat cocok buat kita yang suka latihan di kamar ataupun merekam lewat komputer.
Sebagai pemula, efek yang akan kita operasikan haruslah mudah digunakan. Stompbox sangat mudah digunakan dan praktis buat latihan di kamar, namun efek yang dihasilkan hanya satu macam sesuai fungsinya dan bila membeli beberapa unit stompbox, akhirnya akan menjadi lebih mahal dan ribet antar-koneksinya.
Lalu kenapa saya memilih Zoom G3X, bukan Digitech, Boss, Line 6, Korg, dll? Berikut beberapa kelebihan yang membuat Zoom G3X menjadi pilihan tepat buat gitaris pemula dibanding multiefek lainnya:
- Dapat dioperasikan menggunakan baterai. Zoom G3X membutuhkan 4 buah baterai AA alkaline untuk dapat bekerja lebih dari 6 jam. (Boss ME-70 membutuhkan 6 buah baterai AA alkaline, kebanyakan multiefek lainnya membutuhkan adaptor listrik baru bisa berfungsi)
- Memiliki USB port, sebagai audio interface ke komputer (Line 6 POD HD 500 memang memiliki port input output yang super lengkap, namun harganya hampir tiga kali lipat Zoom G3X dan sayangnya tidak dapat dioperasikan dengan baterai)
- Harga rp 1.800.000 sudah termasuk Drum machine dan looper. Satu-satunya multiefek yang memiliki semua fitur seperti di atas namun lebih murah adalah Zoom G3. Kekurangan dari Zoom G3 ini adalah tidak adanya expression pedal built in. Selisih harga G3X dengan G3 yang tidak sampai lima ratus ribu rupiah saja membuat pilihan jelas jatuh ke G3X (sebuah unit expression pedal seperti Yamaha FC-7 bisa berharga paling sedikit mendekati satu juta rupiah).
- Mudah untuk dipelajari/dioperasikan. Zoom G3X dapat dioperasikan layaknya Anda memiliki 6 buah stompbox yang dijejer di lantai. Tiap stompbox dapat dijejer sesuai urutan yang Anda kehendaki dan parameter tiap stompboxnya dapat diatur langsung menggunakan tombol putar fisik yang ada pada G3X. Kebanyakan multiefek yang mahal memiliki fitur yang sangat banyak dan kompleks hingga dibutuhkan waktu yang lama untuk dipelajari hingga dapat menguasai semuanya. Fitur-fitur itupun belum tentu akan digunakan apalagi oleh gitaris pemula/amatir.
- Desain yang kompak. Dengan ukuran 175 x 323 x 66 mm dan berat cuma 1,6 kg, unit ini bisa digunakan di atas meja.
Selain itu, hal-hal standard yang selayaknya sudah ada pada sebuah multiefek sejak dulu tidak diabaikan oleh Zoom G3X adalah:
Tentu semua fasilitas yang dibutuhkan oleh gitaris profesional juga ada pada Zoom G3X ini, sehingga Anda tidak perlu kuatir bila permainan gitar Anda telah mencapai tingkat lanjut, multiefek ini akan tetap dapat menjadi teman Anda baik untuk dihubungkan dengan mixer rekaman dalam studio melalui konektor XLRnya atau untuk dihubungkan bersanding dengan stompbox atau efek-efek lainnya melalui jack input.
- built-in tuner. Rasanya tidak ada multiefek yang tidak memiliki tuner (untuk membantu menyetem gitar)
- Bodi terbuat dari logam sehingga tahan terhadap kerasnya dunia panggung dan tidak mudah rusak.
- Stereo output jack, serta output untuk headphone. Dua keluaran ini adalah wajib, artinya ini bukan fitur, tetapi kelengkapan yang sudah harus ada pada setiap unit multiefek. Bedanya hanya terletak pada apakah output headphonenya juga merangkap sebagai output L/mono atau ada colokan khusus untuk headphone.
- Control input untuk dihubungkan dengan external footswitch atau expression pedal. Adanya colokan ini memungkinkan kita untuk mengatur volume output dengan pedal atau mengatur tempo drum machine, looper, efek (delay atau reverb) dengan men-tap footswitch (menginjak-injak dengan kecepatan yang kita inginkan).
Tentu semua fasilitas yang dibutuhkan oleh gitaris profesional juga ada pada Zoom G3X ini, sehingga Anda tidak perlu kuatir bila permainan gitar Anda telah mencapai tingkat lanjut, multiefek ini akan tetap dapat menjadi teman Anda baik untuk dihubungkan dengan mixer rekaman dalam studio melalui konektor XLRnya atau untuk dihubungkan bersanding dengan stompbox atau efek-efek lainnya melalui jack input.
Bagaimana pendapat Anda tentang unit ini? Silakan beri komentar di bawah. Tulisan-tulisan saya berikutnya akan membahas lebih jauh tentang Zoom G3X ini, sampai jumpa.
Langganan:
Postingan (Atom)











