Translate

Rabu, 09 Juli 2014

Zoom G3X Amp Modeling (Part 1: Merek ampli yang dipilih Zoom)

Sebelum tahun 1970, umumnya ampli gitar menggunakan komponen aktif penguat elektronik berupa tabung hampa (vacuum tube atau valve) karena komponen transistor waktu itu belum lazim dan mungkin masih sulit diproduksi. Karakteristik elektronika tabung hampa berbeda dengan transistor, dimana ampli tabung menghasilkan karakter suara yang menurut para gitaris lebih bagus daripada ampli yang menggunakan transistor, terutama bila diumpan dengan sinyal yang mendekati kemampuan maksimalnya (overdrive). Namun tabung hampa memiliki banyak kekurangan dibanding transistor, antara lain membutuhkan daya yang besar, mudah rusak/tidak tahan lama, ukuran fisik yang jauh lebih besar dari transistor, dan kini dengan kemajuan teknologi, transistor menjadi jauh lebih murah daripada tabung hampa.

Amp modeling atau amp simulation adalah suatu proses mensimulasi secara digital karakter suara suatu ampli gitar, terutama ampli gitar tabung yang sudah terkenal dan populer serta kebanyakan merupakan ampli butik yang sangat mahal.

G3X memberikan pilihan simulasi 22 model ampli gitar tabung terbaik di dunia. Menurut Zoom, ke-duapuluhdua model ampli tersebut sangat realistik seperti aslinya termasuk simulasi model kabinet speakernya. Sehingga karakter suara ampli yang disimulasi dapat sesuai dengan ciri fisik speakernya, seperti: jenis dan jumlah speaker serta material kabinet (kotak) speaker yang digunakan, dengan mengubah kombinasi antara ampli dengan kabinet speaker, kita bisa menciptakan karakter suara ampli yang unik.

Untuk mendapatkan karakter suara ampli yang dikehendaki, Zoom G3X mengubah sinyal analog gitar menjadi sinyal digital, lalu menggunakan DSP (pemroses sinyal digital), dalam hal ini mikroprosesor ZFX-IV, untuk mengolah sinyal tersebut sesuai dengan algoritma yang Zoom sebut dengan "sigmoid curve clipper".

Karena karakter suara yang di-emulasi adalah karakter ampli yang didrive keras (di mana umumnya ampli menghasilkan suara terbaiknya), gitaris dapat bermain gitar tanpa harus memutar volumenya keras-keras untuk mendapatkan sound yang diinginkan. Keluaran dari amp modeller ini dapat langsung dihubungkan ke peralatan rekaman atau sound system panggung tanpa harus lewat penguat akhir, speaker, dan microphone.

Ada 14 merek ampli gitar yang diemulasi oleh Zoom dalam G3X, keseluruhannya ada 22 model ampli beserta 22 model kabinet speakernya. Ke-14 merek tersebut adalah:
  1. Fender (FD COMBO, DELUXE-R, FD VIBRO, US BLUES)
  2. Vox (VX COMBO, VX JMI)
  3. Mesa Boogie (BG CRUNCH, BG DRIVE)
  4. Matchless (MATCH 30)
  5. Carr (CAR DRIVE)
  6. Two Rock (TW ROCK)
  7. Sound City (TONE CITY)
  8. Hiwatt (HW STACK)
  9. Orange (TANGERINE)
  10. Marshall (B-BREAKER, MS CRUNCH, MS 1959, MS DRIVE)
  11. Bogner (BGN DRIVE)
  12. Diezel (DZ DRIVE)
  13. Engl (ALIEN)
  14. Krank (REVO-1)

Minggu, 29 Juni 2014

Ada apa di bulan Juni?

Salam jumpa buat pembaca setia blog ini,

Pertama-tama saya ingin meminta maaf karena bulan Juni ini tidak sempat memuat satupun artikel.

Selain karena kesibukan saya untuk persiapan ujian sertifikasi keamanan jaringan komputer yang saya ikuti tgl 20 Juni kemarin di Jakarta, juga karena artikel yang sedang saya susun kali ini bertema tentang 'mengenal 22 amplifier gitar pilihan Zoom' yang cukup panjang dan sangat menyita waktu. Saya harap artikel ini dapat segera selesai dan secepatnya akan saya muat dalam edisi Juli 2014 nanti.



Buat sahabat-sahabat umat muslim setanah air, di bulan yang indah ini izinkan saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, dan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadahnya mendapat pahala yang setimpal.

Makassar, 29 Juni 2014.

Minggu, 25 Mei 2014

Efek Tremolo Pada Zoom G3X

Tremolo memiliki beberapa arti yang berbeda, namun dalam kaitannya dengan efek gitar elektronik, maka tremolo berarti efek gitar yang dengan teratur dan cepat mengatur volume sinyal gitar membesar dan mengecil, menghasilkan efek suara yang 'gemetar'.

Efek ini banyak dijumpai dalam berbagai lagu top dari zaman dulu, contohnya seperti: Gimme Shelter oleh The Rolling Stones (1969), Heart of Glass-nya Blondie (1978), Turbo Lover oleh Judas Priest (1982), How Soon is Now? oleh The Smiths (1984), album Rhythmeen oleh ZZ Top (1996)...

Tremolo dari Zoom G3X didesain untuk melengkapi gitaris dengan efek tremolo klasik dengan tombol pengatur "Depth," "Rate," "Level" dan "Wave" tersendiri seperti banyak dijumpai pada pedal stompbox kompak.


Jumat, 18 April 2014

Compressor Pada Zoom G3X

Compressor pada prinsipnya adalah semacam penguat variable (automatic volume control) yang secara otomatis akan mempertahankan sinyal keluaran ke level yang 'konstan'. Sederhananya, nada yang lembut akan keluar menjadi lebih nyaring, dan nada yang nyaring akan menjadi lebih lembut.
MXR Dyna Comp: one of the first mass market stomp compressors

Senin, 31 Maret 2014

Yamaha Pacifica 510V Electric Guitar


Hi, kali ini saya ingin membahas tentang my new guitar, Yamaha Pacifica 510V.

Yamaha mengeluarkan model Pacifica sejak 1990 dengan bentuk meniru Fender Stratocaster, untuk menyasar kelas entry level dengan harga sangat terjangkau. Sekitar tahun 2011 Yamaha mengeluarkan seri terbaru Pacifica dengan sasaran kelas di atasnya yakni seri premium 311H, 510V, dan 611HFM.


Seri Pacifica premium ini menggunakan hardware pilihan berkualitas seperti tuner Grover, nut Graphtech, dan pick-up buatan Seymour Duncan.


Berikut kira-kira urutan seri Pacifica mulai dari harga paling murah sampai kelas premium: 012, 112J, 112V, 120H, 212V, 311H, 510V, 611H. 

Kamis, 20 Februari 2014

Pedal Ekspresi dan Saklar Pedal pada Zoom G3X



Pada saat saya menerima Zoom G3X untuk pertama kalinya, saya sempat bingung dengan pedal ekspresi (expression pedal) alat ini, karena walaupun saya sudah menginjaknya dengan sangat keras sampai maksimum, namun flens atau tuas yang menonjol pada pedal tersebut yang gunanya untuk menekan saklar pedal (pedal switch) yang ada dibawahnya tetap tidak menyentuh pada saklar tersebut. Bahkan googling di internetpun tidak banyak informasi yang membahas mengenai pedal dan saklar ini.

Pada buku manual halaman 4 dan 5 kita dapat melihat saklar pedal yang saya maksud seperti di gambar bawah ini. Perhatikan gambar bagian kiri atas (klik gambar untuk melihat lebih jelas).



Selasa, 14 Januari 2014

Setumpuk ampli dan pedal efek gitar di tangan Anda


Bayangkan, apa yang akan Anda lakukan bila Anda diberi total 116 unit yang terdiri atas 22 unit ampli gitar, 22 buah kabinet speaker dan 94 buah stompboxes sebagai hadiah bila Anda membeli Zoom G3X? Mungkin Ada yang berjingkrak kegirangan dan langsung mencoba satu persatu alat tersebut, atau kebingungan harus mulai dari mana…. atau malah segera memborong habis semua Zoom G3X yang ada di toko?

Senin, 16 Desember 2013

Zoom G3X Multiefek Gitar Listrik pilihan untuk gitaris pemula (maupun profesional).



Multiefek gitar buatan Jepang ini menjadi unik ketika sebagai pemain gitar, Anda membutuhkan multiefek pedal yang powerful namun praktis digunakan.

Ukuran fisik yang kompak, fitur yang banyak, harga yang relatif murah, serta sound yang tidak mengecewakan, sangat cocok buat kita yang suka latihan di kamar ataupun merekam lewat komputer.

Sebagai pemula, efek yang akan kita operasikan haruslah mudah digunakan. Stompbox sangat mudah digunakan dan praktis buat latihan di kamar, namun efek yang dihasilkan hanya satu macam sesuai fungsinya dan bila membeli beberapa unit stompbox, akhirnya akan menjadi lebih mahal dan ribet antar-koneksinya.

Lalu kenapa saya memilih Zoom G3X, bukan Digitech, Boss, Line 6, Korg, dll? Berikut beberapa kelebihan yang membuat Zoom G3X menjadi pilihan tepat buat gitaris pemula dibanding multiefek lainnya:

  • Dapat dioperasikan menggunakan baterai. Zoom G3X membutuhkan 4 buah baterai AA alkaline untuk dapat bekerja lebih dari 6 jam. (Boss ME-70 membutuhkan 6 buah baterai AA alkaline, kebanyakan multiefek lainnya membutuhkan adaptor listrik baru bisa berfungsi)
  • Memiliki USB port, sebagai audio interface ke komputer (Line 6 POD HD 500 memang memiliki port input output yang super lengkap, namun harganya hampir tiga kali lipat Zoom G3X dan sayangnya tidak dapat dioperasikan dengan baterai)
  • Harga rp 1.800.000 sudah termasuk Drum machine dan looper. Satu-satunya multiefek yang memiliki semua fitur seperti di atas namun lebih murah adalah Zoom G3. Kekurangan dari Zoom G3 ini adalah tidak adanya expression pedal built in. Selisih harga G3X dengan G3 yang tidak sampai lima ratus ribu rupiah saja membuat pilihan jelas jatuh ke G3X (sebuah unit expression pedal seperti Yamaha FC-7 bisa berharga paling sedikit mendekati satu juta rupiah). 
  • Mudah untuk dipelajari/dioperasikan. Zoom G3X dapat dioperasikan layaknya Anda memiliki 6 buah stompbox yang dijejer di lantai. Tiap stompbox dapat dijejer sesuai urutan yang Anda kehendaki dan parameter tiap stompboxnya dapat diatur langsung menggunakan tombol putar fisik yang ada pada G3X. Kebanyakan multiefek yang mahal memiliki fitur yang sangat banyak dan kompleks hingga dibutuhkan waktu yang lama untuk dipelajari hingga dapat menguasai semuanya. Fitur-fitur itupun belum tentu akan digunakan apalagi oleh gitaris pemula/amatir.
  • Desain yang kompak. Dengan ukuran 175 x 323 x 66 mm dan berat cuma 1,6 kg, unit ini bisa digunakan di atas meja.
Selain itu, hal-hal standard yang selayaknya sudah ada pada sebuah multiefek sejak dulu tidak diabaikan oleh Zoom G3X adalah:

  1. built-in tuner. Rasanya tidak ada multiefek yang tidak memiliki tuner (untuk membantu menyetem gitar)
  2. Bodi terbuat dari logam sehingga tahan terhadap kerasnya dunia panggung dan tidak mudah rusak.
  3. Stereo output jack, serta output untuk headphone. Dua keluaran ini adalah wajib, artinya ini bukan fitur, tetapi kelengkapan yang sudah harus ada pada setiap unit multiefek. Bedanya hanya terletak pada apakah output headphonenya juga merangkap sebagai output L/mono atau ada colokan khusus untuk headphone.
  4. Control input untuk dihubungkan dengan external footswitch atau expression pedal. Adanya colokan ini memungkinkan kita untuk mengatur volume output dengan pedal atau mengatur tempo drum machine, looper, efek (delay atau reverb) dengan men-tap footswitch (menginjak-injak dengan kecepatan yang kita inginkan).

Tentu semua fasilitas yang dibutuhkan oleh gitaris profesional juga ada pada Zoom G3X ini, sehingga Anda tidak perlu kuatir bila permainan gitar Anda telah mencapai tingkat lanjut, multiefek ini akan tetap dapat menjadi teman Anda baik untuk dihubungkan dengan mixer rekaman dalam studio melalui konektor XLRnya atau untuk dihubungkan bersanding dengan stompbox atau efek-efek lainnya melalui jack input.

Bagaimana pendapat Anda tentang unit ini? Silakan beri komentar di bawah. Tulisan-tulisan saya berikutnya akan membahas lebih jauh tentang Zoom G3X ini, sampai jumpa.