GR-50 adalah salah satu guitar synthesizer digital yang menggunakan metode LA (Linear Arithmetic) Synthesis. Istilah "LA synthesis" sendiri diciptakan oleh Roland Corporation ketika mereka memperkenalkan keyboard D-50 yang legendaris pada tahun 1987. LA synthesis pada dasarnya adalah teknologi synthesizer yang menggabungkan PCM wavetable dengan subtractive synthesis.
Translate
Jumat, 31 Maret 2017
Rabu, 15 Februari 2017
Understanding Boss GP-10's Control and Expression Pedal (Part3: MIDI Controller)
Pendahuluan
Artikel saya kali ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu bagian ketiga atau bagian terakhir tentang cara mengendalikan Boss GP-10. Anda sebaiknya telah membaca bagian pertama dan kedua dari seri artikel ini sebelum membaca lebih lanjut, karena dalam artikel ini saya berasumsi bahwa Anda telah membaca atau memahami apa yang dibahas pada bagian pertama dan kedua dari cara mengendalikan Boss GP-10.
OK, jadi kini Anda telah memahami bagaimana caranya mengendalikan Boss GP-10 dengan menggunakan pedal dan saklar kaki, baik pedal dan saklar kaki yang dimiliki oleh Boss GP-10 maupun dengan tambahan pedal dan saklar kaki eksternal. Kini Anda ingin mengintegrasikan Boss GP-10 ke dalam pengendalian perangkat alat musik Anda menggunakan MIDI.
Bayangkan skenario berikut, Anda memiliki Boss GP-10, beberapa pedal, signal processor, serta amplifier yang dapat dikendalikan secara MIDI dan Anda ingin mengendalikan kesemuanya itu secara otomatis dengan sebuah pedal atau MIDI controller.
Atau, Anda ingin menggunakan beberapa pedal ekspresi dan saklar kaki yang tentunya tidak akan mungkin bila hanya mengandalkan colokan EXP2/CTL3,4 yang notabene cuma satu buah.
Artikel saya kali ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu bagian ketiga atau bagian terakhir tentang cara mengendalikan Boss GP-10. Anda sebaiknya telah membaca bagian pertama dan kedua dari seri artikel ini sebelum membaca lebih lanjut, karena dalam artikel ini saya berasumsi bahwa Anda telah membaca atau memahami apa yang dibahas pada bagian pertama dan kedua dari cara mengendalikan Boss GP-10.
OK, jadi kini Anda telah memahami bagaimana caranya mengendalikan Boss GP-10 dengan menggunakan pedal dan saklar kaki, baik pedal dan saklar kaki yang dimiliki oleh Boss GP-10 maupun dengan tambahan pedal dan saklar kaki eksternal. Kini Anda ingin mengintegrasikan Boss GP-10 ke dalam pengendalian perangkat alat musik Anda menggunakan MIDI.
Bayangkan skenario berikut, Anda memiliki Boss GP-10, beberapa pedal, signal processor, serta amplifier yang dapat dikendalikan secara MIDI dan Anda ingin mengendalikan kesemuanya itu secara otomatis dengan sebuah pedal atau MIDI controller.
Atau, Anda ingin menggunakan beberapa pedal ekspresi dan saklar kaki yang tentunya tidak akan mungkin bila hanya mengandalkan colokan EXP2/CTL3,4 yang notabene cuma satu buah.
Minggu, 29 Januari 2017
Understanding Boss GP-10's Control and Expression Pedal (Part2: Assign Settings)
Bayangkan Anda sedang bermain gitar yang terhubung dengan Boss GP-10 dan di tengah lagu, Anda ingin mengganti jenis Pre-amp, mengaktifkan efek Distorsi/OverDrive, mengubah level Reverb, menggerakkan pedal ekspresi supaya waktu tunda efek Delay yang Anda pilih dapat bervariasi, serta menon-aktifkan efek Compressor pada waktu yang bersamaan hanya dengan menginjak satu pedal. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan fitur Assign.
Konsep Assign pada multiefek gitar buatan Boss/Roland cukup kompleks dan tidak mudah untuk dipahami pada awalnya. Tidak banyak dibahas apa dan bagaimana itu Assign, padahal fungsi ini sangat powerful dan bermanfaat buat gitaris. Pada buku manual Boss GP-10 halaman 12 yang membahas tentang cara membuat Assign, hanya beberapa tabel dan dua kalimat (yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira menjadi):
"Untuk setiap parameter, Anda dapat menentukan secara mendetail, controller apa yang akan mengendalikan parameter yang mana. Anda dapat menggunakan Assign 1–8 untuk membuat delapan set settingan yang berbeda."
Kata 'assign' sendiri dalam bahasa Inggris bisa diartikan sebagai: menetapkan/menentukan, atau menugaskan. Tujuan Assign dalam Boss GP-10 adalah menugaskan suatu saklar atau pedal sebagai pengendali untuk mengubah nilai suatu parameter yang kita kehendaki. Pengendali ini disebut Source. Source dapat berupa saklar kaki (CTL1 dan CTL2), pedal ekspresi, atau pedal virtual yang ada pada Boss GP-10, atau perangkat di luar Boss GP-10 seperti pedal eksternal atau peralatan MIDI. Parameter-parameter yang akan kita kendalikan disebut Target. Dalam satu patch kita hanya dapat membuat paling banyak delapan buah settingan Assign, dan rasanya ini sudah mencukupi.
Konsep Assign pada multiefek gitar buatan Boss/Roland cukup kompleks dan tidak mudah untuk dipahami pada awalnya. Tidak banyak dibahas apa dan bagaimana itu Assign, padahal fungsi ini sangat powerful dan bermanfaat buat gitaris. Pada buku manual Boss GP-10 halaman 12 yang membahas tentang cara membuat Assign, hanya beberapa tabel dan dua kalimat (yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira menjadi):
"Untuk setiap parameter, Anda dapat menentukan secara mendetail, controller apa yang akan mengendalikan parameter yang mana. Anda dapat menggunakan Assign 1–8 untuk membuat delapan set settingan yang berbeda."
Kata 'assign' sendiri dalam bahasa Inggris bisa diartikan sebagai: menetapkan/menentukan, atau menugaskan. Tujuan Assign dalam Boss GP-10 adalah menugaskan suatu saklar atau pedal sebagai pengendali untuk mengubah nilai suatu parameter yang kita kehendaki. Pengendali ini disebut Source. Source dapat berupa saklar kaki (CTL1 dan CTL2), pedal ekspresi, atau pedal virtual yang ada pada Boss GP-10, atau perangkat di luar Boss GP-10 seperti pedal eksternal atau peralatan MIDI. Parameter-parameter yang akan kita kendalikan disebut Target. Dalam satu patch kita hanya dapat membuat paling banyak delapan buah settingan Assign, dan rasanya ini sudah mencukupi.
![]() |
| Boss GP-10 Assign |
Minggu, 11 Desember 2016
Understanding Boss GP-10's Control and Expression Pedal (Part1: Pedal and Switch Settings)
| Gambar1: Boss GP-10 External Controller: expression pedal or footswitches. |
Kamis, 17 November 2016
Mari mengenal lebih dekat: Hotone Soul Press
Hotone Audio (dibaca: hot ton audio) adalah perusahaan yang Nopember ini baru genap berusia empat tahun, namun produknya sudah cukup terkenal dengan spesialisasi dalam produk ampli gitar dan pedal efek mini. Salah satu produk perusahaan asal China ini adalah Soul Press; pedal yang dapat digunakan sebagai wah-wah, atau volume, atau pedal ekspresi.
Sabtu, 29 Oktober 2016
BOSS TONE STUDIO for GP-10
Dunia pergitaran yang cenderung menggemari ampli tabung dan segala teknologi antik, selalu mengamati produk-produk baru dan moderen dengan penuh kecurigaan. Suka atau tidak, perkembangan teknologi terus memaksa dan bahkan hampir tak terelakkan lagi bahwa ampli gitar, pedal efek dan segala sesuatu yang berhubungan dengan gitar listrik telah memanfaatkan komputer atau tablet untuk mengatur segala macam parameter gaya suara, seolah-olah gitar listrik baru diciptakan pada abad digital ini.
Sebagai contoh, semua multiefek atau ampli gitar berlomba-lomba menawarkan berbagai konektivitas dengan komputer atau tablet, baik melalui port USB maupun Bluetooth. Tidak ketinggalan Boss GP-10 dengan Boss Tone Studio.
Boss Tone Studio (BTS) adalah software deep-editing untuk produk buatan Boss. Semua efek dapat ditampilkan pada layar komputer, di mana setiap setting dan parameter dapat diubah dengan menggunakan mouse. Hasilnya dapat disimpan kembali ke dalam unit yang diedit. Dengan layar yang besar dan kemudahan dalam mengedit setting dan parameter dengan cepat, enggan rasanya untuk kembali menggunakan tombol-tombol dan layar LCD kecil yang terdapat pada unit multiefek yang hendak diedit.
Jumat, 30 September 2016
Tips Setting Pickup Gitar hexaphonic pada Boss GP-10
Ketika menggunakan pickup hexaphonic atau divided pickup, ada beberapa parameter dalam Boss GP-10 yang harus diset untuk mengoptimalkan kinerja pickup terhadap unit GP-10. Parameter ini dapat diatur dan disimpan dalam menu “GK Setting,”
Sebelum menggunakan GP-10, pastikan bahwa pickup GK (hexaphonic pickup) telah terpasang dengan benar pada gitar Anda. Pastikan Anda telah membaca buku petunjuk GK-Pickup's Owner Manual dan periksa kembali apakah pemasangan pickup tersebut telah sesuai dengan petunjuk yang disarankan oleh Roland. Bila gitar yang Anda gunakan telah memiliki hexaphonic pickup built in dari pabrik, maka langkah selanjutnya adalah menset GP-10 sesuai dengan gitar yang Anda gunakan.
Sebelum menggunakan GP-10, pastikan bahwa pickup GK (hexaphonic pickup) telah terpasang dengan benar pada gitar Anda. Pastikan Anda telah membaca buku petunjuk GK-Pickup's Owner Manual dan periksa kembali apakah pemasangan pickup tersebut telah sesuai dengan petunjuk yang disarankan oleh Roland. Bila gitar yang Anda gunakan telah memiliki hexaphonic pickup built in dari pabrik, maka langkah selanjutnya adalah menset GP-10 sesuai dengan gitar yang Anda gunakan.
Sabtu, 06 Agustus 2016
Roland GK System VS MIDI
![]() |
| Ini kabel MIDI atau kabel GK? |
Sebuah gitar dengan GK-3 atau gitar yang “GK Ready” yang memiliki keluaran 13-pin bukan gitar MIDI. Semua gitar yang memiliki konektor 13-pin (Godin, Brian Moore, Fender, dan sebagainya) BUKAN gitar MIDI. Gitar-gitar ini adalah gitar “GK ready”, yang artinya gitar ini dapat dihubungkan dan digunakan dengan produk Roland seperti GR-55, VG-99, Boss GP-10 dan produk-produk dengan konektor 13-pin lainnya. Bukan hanya gitaris, musisi, jurnalis, bahkan pabrikan dan salesman alat musikpun banyak yang tidak dapat membedakan antara divided pickup dengan MIDI.
![]() |
| Gitar Processor dengan masukan 13-pin Roland GR-55, Antares ATG-1, Spicetone 6Appeal, Boss GP-10, Roland GR-S |
![]() |
| Gitar MIDI (dari kiri ke kanan): SynthAxe, Casio DG-20, Starr Labs Rock Controller, dan You Rock Guitar YRG-1000 |
Selasa, 19 Juli 2016
Battery operated guitar pedal (Part 2)
Melanjutkan pembahasan kita bulan lalu tentang pedal gitar yang mobile, maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang power supply yang saya gunakan.
Senin, 20 Juni 2016
Battery operated guitar pedal (Part 1)
![]() |
| Berbagai merek power supply untuk pedal efek gitar (gambar dari premiereguitar.com) |
Gitar listrik tidak dapat terpisahkan dari efek gitar atau pedal efek. Umumnya pedal efek gitar mendapatkan dayanya dari adaptor listrik atau baterei alkaline. Bila pedal efek yang dipakai menjadi banyak, biasanya gitaris menata pedalnya di atas sebuah pedalboard dan mengganti adaptor-adaptor listrik bawaan pedal efek tersebut dengan sebuah power supply khusus yang dapat mencatu semua pedal sekaligus, membuat penataan pedalboard menjadi ringkas dan rapi. Hal ini dimungkinkan karena 90 persen pedal efek yang ada menggunakan colokan barrel 5,5x2,1mm tegangan DC 9Volt dan membutuhkan arus yang cukup kecil. Kalaupun ada pedal yang membutuhkan tegangan atau colokan yang berbeda, biasanya power supply tersebut juga sudah menyiapkan tegangan dan colokan yang sesuai.
Langganan:
Postingan (Atom)






