Translate

Senin, 06 Oktober 2014

Mari Mengenal Ekualiser pada Zoom G3X

Ekualiser, (biasa disingkat EQ), adalah tapis atau filter yang digunakan untuk mengatur level atau volume frekuensi tertentu dari sinyal audio. EQ yang paling sederhana sering kita jumpai dalam bentuk pengatur nada bass dan trebel atau biasa disebut dengan tone control, yang memungkinkan kita untuk mengatur warna suara mulai dari sound system mobil sampai gitar listrik.

Untuk memudahkan kita mengatur warna suara gitar kita, maka Zoom G3X menyediakan dua macam EQ, yakni:
  1. GraphicEQ atau Graphic Equalizer
  2. ParaEQ atau Parametric Equalizer


Graphic EQ (ekualiser grafik)
Graphic EQ biasanya terdiri atas 7 sampai 32 buah tombol geser pengatur nada yang dapat kita gunakan untuk menonjolkan atau melemahkan frekuensi tertentu. Graphic EQ yang dirancang dengan baik akan menghasilkan tanggapan frekuensi yang sesuai dengan kurva yang terbentuk dari posisi tombol geser yang kita atur. Itulah sebabnya EQ jenis ini disebut graphic EQ.
Gambar 1: GraphicEQ
GraphicEQ yang disediakan Zoom pada G3X memiliki 6 band/pita yang bisa kita atur gainnya dari -12 sampai +12 dengan frekuensi tengahnya yang telah disesuaikan untuk instrumen gitar listrik sebagai berikut:
  • 160 Hz (bass)
  • 400 Hz (low mid)
  • 800 Hz (mid)
  • 3,2 kHz (high mid)
  • 6,4 kHz (presence)
  • 12 kHz (brilliance)
Parametric EQ (ekualiser parametrik)
Gambar 2: ParaEQ
Berbeda dengan ekualiser grafik, di mana semua parameternya sudah ditentukan dari pabrik hanya gain atau penguatannya saja yang bisa kita atur-atur, maka ekualiser parametrik memberikan kita keleluasaan untuk mengatur tiga macam parameter setiap pita frekuensinya, yaitu:
  1. Freq atau frekuensi tengah. Kalau pada ekualiser grafik frekuensi tengahnya sudah ditetapkan, maka pada ekualiser parametrik frekuensi tengahnya bisa kita tentukan sesuai dengan yang kita inginkan.
  2. Q (Quality Factor) atau lebar pita (bandwidth). Lebih tepatnya nilai Q adalah frekuensi dibagi dengan lebar pita, yang artinya bila semakin besar nilai Q maka semakin sempit pita frekuensi yang dipengaruhinya (gambar 3). Contoh: misal kita ingin menekan bunyi dengung 50 Hz tanpa mempengaruhi nada bass pada gitar kita. Lebar pita frekuensi yang kita izinkan untuk ditekan berkisar 47 sampai 53 Hz atau sama dengan 6 Hz (53-47=6). Jadi nilai Q harus kita setel ke sekitar angka 8,3 (karena 50 Hz dibagi 6 Hz sama dengan 8,3).
  3. Gain atau penguatan (nilai positif artinya menonjolkan dan nilai negatif artinya menekan). Penguatan ini biasanya menggunakan satuan dB, di mana +3 dB artinya dua kali lebih nyaring dan -3dB artinya kenyaringan berkurang menjadi setengahnya saja.
Gambar 3: Quality Factor=f0/(f2-f1)
ParaEQ lebih tepat dikategorikan sebagai semi-parametric EQ karena pengaturan untuk freq dan Q-nya tidak kontinyu melainkan terdiri atas sejumlah pilihan nilai preset yang ditentukan Zoom walau untuk parameter freq diberi cukup banyak (31) pilihan, di mana pilihan untuk frekuensi tengahnya adalah:
  20Hz,  25Hz,   32Hz,   40Hz,   50Hz,   63Hz,   80Hz,  100Hz, 125Hz, 160Hz
200Hz, 250Hz, 320Hz, 400Hz, 500Hz, 630Hz, 800Hz, 1kHz, 1,2kHz, 1,6kHz,
2kHz,  2,5kHz, 3,2kHz, 4kHz,  5kHz,   6,3kHz, 8kHz, 10kHz, 12kHz, 16kHz, dan 20kHz.
Sementara pilihan untuk Q adalah: 0,5 - 1 - 2 - 4 - 8 - 16

Berikut adalah acuan jangkauan frekuensi untuk membantu kita dalam menyetel ekualiser agar tercapai kesan suara yang kita kehendaki:
  • Sub-Bass (16 Hz hingga 60 Hz). frekuensi bass yang sangat rendah ini lebih dapat kita rasakan daripada kita dengarkan, seperti misalnya suara gemuruh gempa bumi. Mengatur daerah frekuensi ini untuk memberikan sensasi bertenaga, bila di tonjolkan berlebihan akan menyebabkan hasil suara yang muddy atau keruh. Catatan: tidak semua speaker mampu menghasilkan cukup energi pada frekuensi ini, jadi pengaturan EQ pada frekuensi ini tidak efektif untuk speaker tersebut.
  • Bass (60 Hz to 250 Hz). Memberi kesan suara yang tebal atau tipis, terlalu menonjolkan area ini membuat suara menjadi boomy atau suara bass yang tidak enak.
  • Low Mids (250 Hz to 2 kHz). menonjolkan kisaran frekuensi 250 Hz hingga 500 Hz akan menambah kejelasan nada bass. Kisaran antara 500 Hz dan 2 kHz dapat membuat instrumen seperti gitar terdengar seperti dalam kaleng atau “honky,” dan terlalu banyak menonjolkan frekuensi 1 kHz sampai 2 kHz dapat membuat suara menjadi tipis atau “tinny.”
  • High Mids (2 kHz to 4 kHz). 2.5kHz adalah frekuensi yang paling menggigit dari gitar listrik. Mengangkat suara gitar pada frekuensi sekitar ini menonjolkan nada rock yang agresif menembus instrumen musik lainnya. Frekuensi high mids juga merupakan bagian dari suara attack dari instrumen perkusif.
  • Presence (4 kHz to 6 kHz). Pada jangkauan frekuensi ini memberi kesan persepsi jarak dari sumber bunyi. Jika jangkauan frekuensi ini ditonjolkan, kesannya semakin dekat ke pendengar.
  • Brilliance (6 kHz to 16 kHz). Jangkauan frekuensi ini mengatur kecemerlangan dan kejelasan dari suatu mixing suara atau rekaman.
Kita dapat meningkatkan kejelasan dan fullness (nada dasar yang kuat dibanding harmonik, respon frekuensi rendah yang baik, tidak berlebih) pada suara gitar dengan menekan atau menonjolkan frekuensi tertentu, Berikut adalah pedoman frekuensi gitar pada umumnya untuk membantu kita menentukan apakah akan menonjolkan atau menekan untuk mencapai hasil yang kita inginkan. Ini hanya sebagai acuan saja:

Untuk Gitar Listrik:

  • Kurangi volume pada frekuensi 90 Hz ke bawah untuk mengurangi kesan suara gitar yang kusam atau butek.
  • Kurangi volume sekitar frekuensi 1 hingga 2 kHz untuk mengurangi bunyi yang melengking.
  • Tambahkan volume pada frekuensi 3 kHz untuk menambah kejernihan.
  • Tonjolkan sedikit pada frekuensi 125 Hz untuk menambahkan nada rendah gitar Anda. 

Untuk Gitar Akustik:
  • Tekan atau kurangi volume pada frekuensi 200Hz untuk mengurangi bunyi bass yang berlebih/boomy.
  • Kurangi volume sekitar frekuensi 2 sampai 3 kHz untuk mengurangi bunyi metalik yang tidak menyenangkan (tinny).
  • Tambahkan volume pada frekuensi 5 kHz ke atas untuk menambah kecemerlangan.
  • Tonjolkan sedikit pada frekuensi 125 Hz untuk menambahkan nada bass. 

Contoh settingan ParaEQ untuk gitar listrik dengan distorsi:

  • Freq1: 320 Hz
  • Q1     : 1
  • Gain1: +6
  • Freq2 : 3,2 kHz
  • Q2      : 1
  • Gain2 : +4

Coba ubah-ubah nilai Q1 dan Q2 untuk mendapatkan lebar pita yang sesuai, ini juga akan membantu Anda memahami bagaimana nilai Q mempengaruhi suara gitar Anda.

Setelan EQ yang sesuai akan sangat tergantung dengan nada suara ampli gitar atau speaker yang digunakan serta alat musik lainnya yang dimainkan bersama-sama dengan gitar Anda. Selamat bereksperimen dan jangan lupa beri komentar di bawah ini.

Artikel ini saya buat dengan banyak mengutip dari http://www.presonus.com/community/learn/equalizer-terms-and-tips

Tidak ada komentar:

Posting Komentar